banner 728x250

Terkait Gugatan Pabrik Tray Telur, Haji Nizar: Lahan Saya yang Diserobot Kok Saya yang Digugat? 

Lahan Milik Haji Nizar yang Dipagari Seng oleh Pihak Pabrik Tray Telur Kabupaten Malang, Tanpa Izin. (Foto: Ist)
banner 120x600
banner 468x60

CEKDATA.CO.ID – Pemilik lahan yang berlokasi di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, digugat karena dirasa lahan miliknya mengakibatkan kerugian Pabrik Tray Telur.

Diberitakan sebelumnya, Pabrik Tray Telur di Desa Gampingan Kabupaten Malang tersebut mengalami kerugian karena terdampak luapan air dari lahan diatasnya.

banner 336x280

Pemilik lahan, Haji Muhammad Nizar saat dikonfirmasi membantah pemberitaan sepihak yang menyudutkan bahwa lahan miliknya yang mengakibatkan kebanjiran di Pabrik Tray Telur.

“Kok kejadian alam hujan terus menerus saya yang disalahkan, sangat lucu, salah alamat jika menggugat saya,” ujar Hahi Nizar, Kamis (27/10/2022).

READ  Hasil MotoGP Mandalika 2022, Miguel Oliveira Juara

Justru menurut Haji Nizar, salah satu penyebab banjir dan longsor sehingga luapan air turun ke pabrik itu akibat pengrusakan dan penebangan pohon sono dan bambu miliknya di tebang oleh pihak pabrik tanpa izin dirinya.

“Malah sebenarnya lahan saya diserobot, bahkan beberapa pohon sono dan bambu yang tumbuh dilahan saya ditebang oleh pemilik pabrik, udah masuk ke pekarangan saya tanpa izin dan menebang lagi. Jadi teman-teman bisa menyimpulkam sendirilah penyebab utama banjir dan longsor apa?,” tegas Haji Nizar.

READ  Polres Gresik Tahan 3 Tersangka dan Penghulu Pernikahan Manusia dengan Kambing

Haji Nizar mengakui bahwa dirinya melaporkan pihak pabrik. Tapi menurutnya itu tidak ada kaitannya dengan luapan air yang mengakibatkan pabrik terdampak kerugian.

“Yang saya laporkan itu atas dasar pencurian dan pengrusakan, pohon sono dan pohon bambu saya ditebang tanpa izin, jadi ga ada kaitannya dengan banjir yang menyebabkan pabriknya kena luapan air, jangan berusaha menggiring opini publik,” katanya.

Selain itu, Haji Nizar mengatakan, pihak pabrik bahkan berusaha menyerobot lahan miliknya.

READ  Gubernur Jatim Resmikan Kampus UMKM Shopee di Kota Malang

Pihak pabrik memasang pagar seng dengan menggunakan alat berat di lahan miliknya.

Bahkan pemasangan pagar itu, mengakibatkan tanaman tebu milik Haji Nizar menjadi rusak dan mati.

Haji Nizar juga mempertanyakan, bagaimana bisa seorang pengusaha membangun pabrik di kontur tanah yang miring.

“Analisa mendirikan bangunan pabrik seperti apa? Harusnya kalau udah tau banjir ya sebelumnya sudah harus di analisa, diantisipasi kalau ga mau rugi karena kejadian alam,” ujarnya.