banner 728x250

Menko PMK Minta Sivitas Akademika UMM Tingkatkan Kepekaan Sosial

Halal Bihalal Sivitas Akademika UMM, Minggu (08/05/2022). (Foto: ist)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI sekaligus Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Muhadjir Effendy, M.A.P. menghimbau kepada sivitas Akademika UMM agar selalu meningkatkan kepekaan sosialnya.

Himbauan ini disampaikan oleh Muhadjir saat memberikan tausyiah dan motivasi pada perlaksanaan Halal Bihalal Kampus Putih yang digelar pada hari ini, Minggu (08/05/2022).

banner 336x280

“Doa untuk kepentingan umum itu akan lebih mudah dikabulkan dibandingkan dengan mendoakan diri sendiri. Maka perlu adanya peningkatan nilai sosial untuk memunculkan rasa simpati,” katanya.

Muhadjir mengatakan, Idul Fitri dapat diartikan sebagai kembali ke fitrah dan suci. Jadi ketika bersih, maka akan doa-doa yang dipanjatkan akan lebih mudah dikabulkan oleh Tuhan. Terutama doa-doa yang menyangkut kepentingan umum.

“Sayangnya, kita kan lebih sering berdoa untuk diri sendiri. Jarang sekali kita memanjatkan doa untuk kebaikan bersama, memajukan masyarakat yang mungkin belum sejahterah,” tambahnya.

READ  Kisah Mahasiswa Mesir UMM yang Empat Kali Lebaran di Indonesia

Maka, dalam rangka menjadikan diri sebagai orang yang bertaqwa, perlu adanya pembiasaan diri untuk berdoa di lingkup yang lebih besar. Menurutnya, Tuhan merupakan zat yang Maha Sosial. Bahkan, dalam beberapa ayat Alquran yang menganjurkan manusia memiliki jiwa sosial tinggi.

“Allah itu menyukai mereka yang berjiwa sosial tinggi. Berderma, baik di keadaan susah maupun senang, menjaga amarahnya, serta memaafkan sesama meski tidak diminta,” ungkap Mantan Rektor UMM ini.

Muhadjir juga sempat membahas mengenai tantangan yang dihadapi di era digital. Bagaimana keburukan-keburukan malah dieksploitasi dan dijadikan keuntungan. Banyak masyarakat yang dulunya bukan siapa-siapa menjadi orang yang terkenal berkat keberanian melewati batas akhlak. 

READ  Takbir Keliling Ala Kampung Gading Malang, Arak Kera Putih Raksasa

Meski begitu, Muhadjir mengajak sivitas akademika UMM untuk yakin bahwa kebenaran akan datang. Sementara kebatilan akan hilang sehingga kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi.

Tak lupa, ia juga mengingatkan Kampus Putih untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri dan merasa sudah besar. Ketika UMM berusaha maju, maka sudah barang tentu perguruan tinggi lain melakukan hal yang sama.

“Maka perlu adanya terobosan yang baik dibarengi dengan visi yang baik pula. Apalagi di era yang penuh dengan ketidakpastian dan ketidakstabilan seperti saat ini,” tutur Muhadjir.

Senada dengan Mentri PMK, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dalam sambutannya mengatkan, Ramadan boleh berlalu, tapi nilai spiritual yang sudah dibangun harus terus dipertahankan. Utamanya dalam rangka menyempurnakan kehidupan yang sudah dijalani.

READ  Tips Bangun Kedekatan di Bulan Ramadan Ala Kopi Lain Hati

Menurut Fauzan, kinerja yang sudah sivitas akademika Kampus Putih lakukan merupakan bagian dan cara untuk menjadi muttaqin. Apalagi jika mampu mengisi kinerja dengan nilai spiritualitas.

“Insyallah jika sivitas akademika UMM menggunakan mindset spiritual dalam mengembangkan pekerjaan, maka tentu Allah akan menurunkan hidayah dan nikmatnya yang melimpah,” tegas Fauzan.

Sementara itu, Sekretaris BPH UMM, Drs. Wakidi, turut mengungkapkan rasa bersyukur atas terselenggaranya kegiatan rutin halal bihalal Kampus Putih ini. Dirinya berharap pada bulan Syawal ini pula, semua dosa sudah diampuni dan mampu menjadikan kehidupan yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

“Tantangan kita saat ini ialah menemukan cara agar bisa istiqomah berjalan di jalan yang benar. Sekalipun sudah tidak berada di bulan suci Ramadan,” pungkasnya.