banner 728x250

30 Kader IMM se-Indonesia Ikuti Diksuswati di Malang, Ini yang Dibahas

Peserta Pendidikan Khusus Immawati (Diksuswati) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), sedang mengikuti salah satu Materi kegiatan dengan khusyuk, Jumat (24/06/2022). (Foto: istimewa)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Bidang IMMawati, dalam rangka meningkatkan kepekaan terhadap isu-isu keperempuanan, menggelar Pendidikan Khusus IMMawati (Diksuswati).

Kegiatan Diksus IMMawati ini rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai pada, Jumat (24/06/2022) hingga Minggu (26/06/2022) bertempat di SMP Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang. Dengan jumlah peserta 30 orang yang merupakan kader-kader putri dari IMM Cabang se-Indonesia. 

banner 336x280

Ketua DPD IMM Jatim M. Firdaus Su’udi, S.E. dalam sambutannya mengatakan, IMM harus hadir utamanya Korps IMMawati dalam mengawal isu-isu perempuan. 

READ  Sukses Raih Unggul, Prodi Akuakultur UMM Targetkan Akreditasi Internasional

“Saya yakin IMMawati bisa menjadi garda terdepan dalam berkontribusi di Ikatan dan persyarikatan serta membangun NKRI ini di segala sektor apapun,” katanya, Jumat (24/06/2022).

Menurut Firdaus, Diksuswati bisa menjadi habit bagi kaderisasi IMMawati dalam meningkatkan peran dan perubahan dalam mengisi ruang-ruang kebaikan untuk kemanusiaan terutama pada lingkup keperempuanan. 

Senada dengan Firdaus, Kokoh Dwi Putra, S.Psi, M.Si, Ketua IMM Cabang Malang dalam sambutannya mengatakan, kekerasan hingga pelecehan seksual masih marak terjadi di kalangan mahasiswa khususnya yang dialami oleh perempuan. 

READ  APKLI Perjuangan Kota Batu dan Caffe Jamblang Teken MoU

“Karenanya, kita (IMM Malang) ingin memiliki lembaga pengaduan untuk kekerasan seksual, padahal Malang ini kota pendidikan,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kabid IMMawati IMM Cabang Malang Dwi Putri Ayu Wardani, S.Si selaku tuan rumah Diksuswati ini berharap agenda ini mampu menjadi katalisator dalam mencetak kader-kader berdaya dan berintegritas sehingga siap mengaktualisasikan narasi menuju aksi dalam menegakkan kesetaraan di lingkaran organisasi maupun bagi masyarakat luas. 

“Selama ini kita sudah jauh menggeluti wacana keadilan gender. Sekarang saatnya menunjukkan aksi nyata di tengah kondisi perempuan yang penuh permasalahan, utamanya kasus kekerasan seksual,” katanya. 

READ  Malang Kota Banjir, Netizen Tetap Sayang Sutiaji

Pegiat di RBC Institute Malang ini juga menegaskan, pentingnya konsolidasi IMMawati nasional dalam mewadahi dan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kader dalam agenda mewujudkan keadilan gender. 

“Misalnya, menyediakan tempat pengaduan korban kekerasan seksual. Nah, ke depan, kita mau bikin layanan pengaduan korban kekerasan seksual yang berperspektif korban,” singkat Kabid IMMawati Malang ini.