banner 728x250

Anggota DPRD Jatim Aufa Zhafiri Serap Aspirasi Warga Malang, Kuatkan Sektor UMKM

Anggota DPRD Jatim Aufa Zhafiri, menggelar Reses II tahun 2022 di Malang, Rabu (01/06/2022). (Foto: Swandy/Rubrika)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Anggota DPRD Jatim (Jawa Timur), Aufa Zhafiri, S. Ak menggelar silahturahmi dan Reses II tahun 2022 di Dapil Jatim 6 (Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang).

Reses yang berlangsung di salah satu kafe di Malang ini dihadiri sekitar 500 orang dari berbagai kalangan masyarakat.

banner 336x280

Dalam reses tersebut, para konstituen yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan-usulan maupun permasalahan yang ada di Malang, baik di bidang infrastruktur, pendidikan dan juga ekonomi.

Aufa Zhafiri mengatakan reses dilaksanakan sebagai momentum silahturahmi dan juga menyerap aspirasi masyarakat di dapilnya.

READ  Isi Kuliah Umum di PKKMB UM, Menteri ATR/BPN: Persiapkan Generasi Muda Wujudkan Indonesia Emas 2045 

“Saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan momentum reses ini untuk menyampaikan program-program yang dibutuhkan sesuai dengan arah pembangunan Jawa Timur,” beber Aufa, Rabu (01/06/2022).

Politisi Gerindra itu menyampaikan, aspirasi masyarakat yang sudah diserap akan ditindaklanjuti dengan memberikan wadah kepada masyarakat kedepannya.

“Tadi ada yang menarik perhatian saya, terkait bagaimana kemudian kebijakan pemerintah ketika membuat pelatihan-pelatihan agar tidak parsial tapi bisa berkelanjutan. Nah, hal seperti ini sebenarnya sudah saya lakukan sejak 2014 lalu, saya fasilitasi kelompok-kelompok masyarakat secara intensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

READ  Pemerintah Salurkan BSU untuk Buruh Rp 1 Juta Per Orang, Simak Kriterianya

Anggota Komisi C ini mengatakan bahwa dirinya lebih senang ketika masyarakat aspirasinya tidak hanya minta berupa bangunan fisik saja, namun akan lebih baik kelompok masyarakat ini juga minta peralatan yang berguna dan bermanfaat untuk suatu kelompok.

“Misalnya kelompok masyarakat atau UMKM ingin membuat keripik dan semacamnya bisa kita fasilitasi membantu peralatannya. Sehingga akhirnya dari APBD provinsi kemudian turun ke masyarakat berupa tools atau peralatan yang dikelola dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat sehingga akhirnya masyarakat semakin berdaya,” bebernya.

READ  Bitcoin Marak, Ini Penjelasan Dosen Informatika UMM

Begitu juga di sektor pertanian, Politisi Muda itu mengatakan telah melakukan pembinaan kepada petani di Jawa Timur bersama instansi terkait yang menjadi rekan kerja di komisinya.

“Seperti petani jagung kita bina kita sambungkan dengan BUMN, kita edukasi cara tanam, kita awasi, kita support dana, bukan berupa dana langsung tapi dalam bentuk pupuk, obat-obatan dan juga benih. Kemudian hasilnya pun langsung kita jual, kita distribusikan, ini masuk dalam program agro solutuin, sehingga petani ini bertani untung bukan bertani rugi,” pungkasnya.