banner 728x250

Dear Sahabat Rubrika! Kenali Si Toxic People dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi Toxic People. (Foto: Ist)
banner 120x600
banner 468x60

RUBRIKA – Sahabat Rubrika pasti sudah tidak asing dan sering mendengar kata-kata toksik atau Toxic People bukan ? Apakah teman-teman sudah tahu arti toxic yang dimaksud? Nah, agar tidak terjebak dengan Toxic People, Tim Rubrika telah merangkum ciri-ciri Toxic People dan cara menghindarinya.

Toxic People adalah orang-orang yang membawa pengaruh negatif di kehidupan kita. Orang-orang seperti ini patut kita hindari agar tidak terjerumus dan menjadi sumber masalah bagi kita.

banner 336x280

Dengan perlakuan mereka (Toxic People) kita menjadi merasa kurang berharga, mempertanyakan segala keputusan dalam hidup yang sudah kita buat, dan mempertanyakan kepercayaan diri bahkan membahas tentang agama dan keyakinan kita.

Sayangnya, tak semua orang yang menyadari lebih awal bahwa di lingkaran pertemanannya banyak Toxic People. 

Orang toksik kemungkinan pernah sangat terluka di masa lalunya, tapi belum dapat healing sepenuhnya.

Secara tak sadar, orang lain lah yang merasakan dampak negatif dari proses healing yang belum teratasi itu.

Misalnya, orang yang mengidap gangguan narsistik, akan berperilaku toksik karena tak dapat mengenali kebutuhan orang lain.

Akibatnya, perilaku tidak didasari oleh ketulusan dan hanya untuk meningkatkan harga dirinya.

Berikut Ciri-ciri Toxic People:

1. Menguras Energi Secara Emosional

Setiap kali selesai bertemu atau berinteraksi dengan toxic people, mungkin akan merasa capek dan lelah.

Ini tidak secara fisik, namun secara emosional juga terkuras. Hubungan yang beracun dapat menyerap energi positif dalam diri, sehingga seseorang tidak memiliki kekuatan dan kontrol atas dirinya.

Orang yang mengalami kelelahan secara emosional dapat berakibat timbulnya sikap apatis terhadap sesuatu. Inilah yang membawa dampak buruk lebih jauh ke dalam kehidupan sehari-hari.

2. Mendapat Tekanan dan Intimidasi

Toxic people umumnya menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Ancaman ini juga bisa berupa ultimatum atau pilihan yang sangat sulit untuk ditolak.

Misalnya, dipaksa memilih antara bekerja atau pemotongan gaji jika mengambil cuti sakit dalam lingkup pekerjaan.

Sering disebut sebagai toxic friendship, mereka melakukan ini demi keuntungan pribadi mereka sendiri, lho.

3. Playing Victim

Toxic people umumnya tidak menyadari bahwa perilaku mereka terhadap orang lain sesungguhnya beracun.

READ  Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, BBKSDA Lepasliarkan 38 Satwa Endemik Papua

Mereka malah sering merasa atau meyakini bahwa dirinya adalah korban.

Dengan ini, orang toksik menyalahkan orang lain ketika terjadi sesuatu akibat perbuatannya sendiri.

Playing Victim pun menjadi tanda-tanda yang sangat terlihat dari orang yang sangat toksik.

4. Tidak Senang dengan Keberhasilan Orang Lain

Apakah Sahabat Rubrika kenal dengan seseorang yang senang memberikan pujian, namun diikuti sesuatu yang negatif setelahnya?

Misalnya, memuji bahwa masakan kamu enak, tapi tidak cantik penyajiannya. Toxic people biasanya tidak senang melihat orang lain bahagia dan merasa perlu merendahkan kepercayaan diri orang lain.

Orang yang toksik ini mendapatkan kepercayaan diri dengan menjatuhkan orang lain agar dirinya merasa lebih baik. Jangan sampai kita bertemu dengan orang seperti ini ya, Bestiee.

5. Emosinya Sulit Ditebak

Orang dengan gangguan kepribadian ini memanfaatkan situasi dengan memanipulasi orang lain. Berinteraksi dengan seseorang yang toxic akan membuat seseorang mudah cemas.

Dalam berkomunikasi pun jadi harus sangat berhati-hati dalam menyampaikan atau berbuat sesuatu.

Toxic people yang juga terkadang memiliki masalah dengan pengelolaan emosi, sehingga dapat menjadi sangat sulit ditebak.

Ada masanya ia merasa senang, tetapi bisa berubah jadi ‘dingin’, emosional, dan ‘meledak’ tiba-tiba.

6. Tak Ada Batasan

Tanda lain dari orang yang toksik adalah tidak menghormati batasan. Sering terjadi dalam toxic relationship, seseorang tak ada batasan untuk melakukan kebutuhan pribadinya.

Padahal, hubungan yang sehat didasarkan pada kepercayaan dan kemampuan untuk menghormati batasan orang lain.

Terkadang gangguan kepribadian ini terlihat beda tipis dengan cemburu terhadap pasangan.

7. Drama Queen

Apakah Bestiee pernah memerhatikan ketika kehidupan seseorang selalu dipenuhi drama?

Ini mungkin bukan kebetulan, sebab tanda-tanda toxic people selalu membuat drama.

Mereka kerap mengobarkan emosi dan menciptakan konflik terus menerus. Drama queen ini juga lebih menyukai pertentangan dibandingkan hubungan yang sehat dan harmonis.

8. Tidak Berperilaku Konsisten

Bagian dari menjadi manusia adalah mengalami pasang surut. Jadi, wajar jika bestiee kadang berbuat baik dan sesekali melakukan kesalahan.

Namun, toxic people sayangnya hampir tidak pernah konsisten. Perilaku mereka tidak menentu dan sering kali tidak menindaklanjuti komitmen atau janji yang dibuat. Bestiee bahkan tidak pernah tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.

READ  Pasca Iduladha Harga Cabai dan Bawang Merah di Malang Masih Mahal

9. Tidak Mau Minta Maaf

Selain menyebalkan dan merugikan, toxic people tidak bisa minta maaf, meski mereka sudah jelas-jelas salah.

Mereka akan menganggap kesalahan mereka itu disebabkan oleh orang lain.

Coba ingat-ingat semua kejadian yang kamu alami. Seberapa sering kamu minta maaf pada orang lain ketika melakukan kesalahan? Bila sering, kamu bukan termasuk toxic people.

10. Merasa Diri Paling Benar

Merasa paling benar dan paling hebat sering disebut dengan Thanos Syndrome atau sindrom Thanos yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang berkepribadian toxic.

Sindrom Thanos adalah perasaan paling hebat dan paling benar. Merasa dirinya sudah melakukan yang terbaik. Seringkali mengira semua hal akan berantakan dan berjalan tidak mulus jika dirinya tidak ada.

11. Terlalu Bersemangat

Hubungan membutuhkan waktu untuk dibangun, dan seseorang yang sehat secara emosional menyadari bahwa orang lain membutuhkan ruang.

Jadi, jika bestiee bertemu seseorang yang tampaknya terburu-buru untuk mengenal bestie atau memulai hubungan bisnis dengan kamu, atau yang membuat kamu merasa ‘tertekan’, larilah sejauh mungkin!

Tidak mengantisipasi atau menghargai perasaan dan kebutuhan orang lain adalah sebuah tanda besar dari orang yang egois, dan bahkan mungkin seorang narsistis.

Hal itu menjadikan mereka tampak antusias dalam menjalani hidup dan berhubungan dengan orang lain, namun justru hal itu merupakan sebuah pertanda yang berbahaya.

12. Sering Mengomentari Orang Termasuk Keyakinan dan Agama

Membicarakan soal keyakinan atau agama juga merupakan hal yang sensitif. Baik secara langsung maupun tidak langsung banyak orang Indonesia yang masih suka mengomentari kepercayaan orang lain.

Tak hanya dengan seseorang yang sudah dikenal, tapi banyak juga yang mengomentari artis yang tak dikenal secara langsung hanya karena si artis pindah keyakinan.

Cara Menghadapi Toxic People

Journal of Helath and Social Behavior telah menunjukkan bahwa hubungan sosial manusia memiliki efek jangka pendek dan panjang terhadap kesehatan.

Dalam arti lain, orang yang toksik dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental seseorang.

READ  Singo Lapas Malang Bagi-bagi Takjil di Depan Stasiun Kota Baru

Jika dibiarkan, ini dapat mengganggu kesehatan jangka panjang yang menguras emosi.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk menghadapi toxic people? Ini ulasannya, Bestie.

1. Buatlah Batasan

Langkah pertama adalah menyadari bahwa perkataan, perilaku, dan hubungan dengan orang ini adalah toxic.

Kemudian, buatlah batasan personal dan tidak membiarkan toxic people melewatinya.

Misalnya, membatasi percakapan menjadi lebih singkat atau hindari memberikan informasi personal terlalu banyak.

Jangan sampai orang toksik menggunakan informasi personal untuk menyerang orang lain.

2. Evaluasi Hubungan dengan Orang Tersebut

Menghadapi orang toksik perlu mempertimbangkan beberapa hal. Evaluasi kembali makna keberadaan orang tersebut dalam hidup Bestie.

Apakah opininya berharga untuk didengar dan keberadaannya membawa hal positif dalam hidup? Jika tidak, sudah saatnya untuk menjaga jarak secara emosional.

Tak ada salahnya juga untuk membiarkan orang toksik itu jauh dari kehidupan kita, lho.

3. Minta Dukungan Orang Lain

Cara lain adalah meminta dukungan teman atau kerabat lain yang tidak toksik. Jangan sampai kita menjadi ketergantungan dengan orang yang toksik di hidup.

Saat ini sudah banyak platform untuk konsultasi dengan pakar, psikolog, atau psikiater yang bisa membantu. Bertemu dengan psikolog menjadi solusi yang tepat agar kesehatan mental kita terjaga.

4. Kontrol Emosi

Walau tidak semua hal dalam hidup dapat dikontrol dan dipilih, cobalah untuk kembali fokus terhadap hal-hal yang dapat dikontrol.

Seperti, mengontrol emosi diri serta memilih untuk tidak memperdebatkan semua hal.

Lakukan aktivitas lain yang dapat membuat pikiran dan perasaan Bestie lebih tenang dan positif.

5. Tegur dengan Berani

Bestie, apabila bertemu dengan orang yang toksik, tak ada salahnya menghadapi orang tersebut. Tegur toxic people tentang kebohongan atau inkonsistensi apa pun yang dilakukan.

Beri tahu mereka bahwa Bestie tidak menghargai perilaku tersebut. Cara ini menunjukkan kepada pasangan yang toxic untuk mereka menyadari kesalahan.

Tidak mudah melepaskan diri dari toxic people, apalagi jika orang tersebut memiliki hubungan dekat dengan pribadi. Meski demikian, lakukan selangkah demi selangkah agar dapat kembali memiliki hubungan yang sehat, ya.