banner 728x250

Khutbah Idul Fitri UMM: Takwa dan Akhlak Mulia Kunci Pembangunan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah. (Foto: ist)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Dalam upaya membangun bangsa perlu manusia-manusia berakhlak mulia yang bertaqwa. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M. Kes. dalam khutbah salat idul fitri yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Senin (2/5) lalu.

Diikuti ratusan jamaah, salat id tersebut masih menerapkan protokol kesehatan agar pandemi tidak kembali menyebar.

banner 336x280

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa saat menjadi seorang yang bertakwa, maka kehidupan seharusnya juga sudah sesuai dengan tuntunan. Yakni apa yang sudah diatur oleh Allah SWT dan dicontohkan oleh Rasullah SAW.

READ  Cegah Penyakit Jantung, Wali Kota Batu Resmikan KJS RIC

Keberadaan seseorang yang bertakwa juga harus memberikan dampak positif. Menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan kepada orang lain.

“Karena sebaik-baik manusia ialah mereka yang paling bermanfaat bagi sesama,” tegasnya.

Sikap para muttaqin juga seyogyanya dapat dihiasi dengan akhlak yang mulia. Apalagi di era di mana akhlak menjadi krisis yang senantiasa dikeluhkan.

“Saat ini, orang dengan mudah menghujat yang lain. Orang juga mudah sekali melanggar nilai agama dalam rangka meraih tujuan yang diimpikan. Seolah-olah prinsip menghalalkan segala cara sudah menjadi hal yang biasa. Ini saya rasa sudah jauh dari nilai akhlak dan bangsa yang diwariskan oleh pendahulu,” tambahnya.

READ  Ada Mafia Tanah dan Hukum di Malang, Amtrag Akan Gelar Demo Besok di PN dan BPN 

Maka dari itu, salah satu solusi yang Agus tekankan ialah kembali membangun masyarakat dengan akhlak mulia. Dengan begitu, krisis akhlak bisa tertangani sekaligus dapat membantu memajukan bangsa Indonesia.

“Apabila masyarakat sebuah negeri bertakwa kepada Allah, maka Allah janjikan dan berikan beragam barokah dari langit dan bumi,” pungkas Agus.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap aktivitas baik selama puasa dapat seterusnya dirawat dan dilaksanakan. Sehingga, para umat muslim bisa menjadi pribadi yang lebih baik daripada sebelum melewati bulan suci.

READ  Kepedulian Bengkel Rinjani UMM lewat Bukber dan Sahur on The Road

Amalan baik tersebut juga diharapkan bisa terus dibawa dalam kehidupan selanjutnya. Tidak hanya terbatas ketika Ramadan datang saja. 

“Mudah-mudahan apa yang sudah dan akan kita lakukan selalu diterima dan mendapat petunjuk dari Allah SWT. Selain itu, secara pribadi maupun institusi kami juga  memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan yang sudah diperbuat,” ungkap Fauzan mengakhiri.