banner 728x250

LaNyalla Desak Aparat Hukum Usut Tuntas Isu Korupsi CPO Mengalir ke Parpol 

Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti. (Foto: ist)
banner 120x600
banner 468x60

SURABAYA – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberikan tanggapan serius atas pernyataan Masinton Pasaribu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. 

Masinton menduga dana dugaan korupsi ekspor CPO mengalir ke partai politik. Anggota komisi keuangan itu mengaku memiliki sejumlah informasi kasus dugaan korupsi tersebut merupakan urunan dana (fundraising) untuk membiayai wacana penundaan pemilu 2024 sekaligus perpanjangan masa jabatan presiden.

banner 336x280

LaNyalla mendesak aparat hukum segera menindaklanjuti dugaan tersebut agar tak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

READ  Bertemu dengan Donald Trump, Hary Tanoe: Dia Akan Maju Pilpres AS 2024

“Saya kira informasi tersebut perlu ditindaklanjuti agar tak menimbulkan kecurigaan dan kegaduhan. Saya kira informasi ini perlu di dalami aparat penegak hukum,” kata LaNyalla di sela kegiatan reses di Jawa Timur, Selasa (26/4/2022).

Senator asal Jawa Timur itu menilai apabila informasi penyelewengan ini berkaitan dengan wacana penundaan Pemilu 2024, hal tersebut amat memalukan. 

READ  Kapolres Malang bersama Dandim 0818 Pantau Kesiapan Pos Pelayanan Mudik 2022 

“Saya meminta aparat agar transparan dalam temuan penyelidikan terkait dengan kelangkaan minyak goreng kepada masyarakat,” tegas LaNyalla. 

Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawasi dan mengawal penyelidikan kasus ini jangan sampai menguap begitu saja, apalagi jika sampai pelaku lolos dari jerat hukum.

Menurutnya, jika negara dikelola oleh orang-orang yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dan kelompoknya akan membawa negara ini pada kehancuran yang mendalam serta kerusakan berbagai aspek.

READ  Sandiaga Uno Sebut Keberhasilan Vaksinasi Kunci Menuju Tatanan Ekonomi Baru

“Keserakahan akan membawa bangsa ini pada kehancuran dan kekacauan. Di sinilah letaknya kekuatan pemimpin bangsa agar mampu mengendalikan para pembantunya agar tidak berbuat kerugian terus-menerus,” ujar LaNyalla.