banner 728x250

Pemkab Sumbawa dan Yayasan konservasi Indonesia Perkuat Pengelolaan Ekowisata Hiu Paus

Seorang snorkeller yang sedang berenang disamping seekor hiu paus. (Foto: KKP RI)
banner 120x600
banner 468x60

RUBRIKA – Berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN), secara global hiu paus merupakan spesies yang berstatus terancam punah (endengered) akibat dari penangkapan ikan baik penangkapan yang ditargetkan maupun tangkapan sampingan, dan penurunan kualitas hidup karena habitatnya tercemar oleh polusi (termasuk sampah).

Selain itu hiu paus juga memiliki karakteristik reproduksi biologi yang lambat, sehingga tekanan yang bersifat ekstraktif (seperti penangkapan) akan mendorong penurunan populasi hiu paus secara signifikan.

banner 336x280

Disampaikan bahwa hiu paus merupakan spesies yang melakukan pergerakan jarak jauh dan habitatnya tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia, namun hanya di beberapa lokasi yang terdokumentasi agregasinya dalam jumlah besar, salah satunya di Teluk Saleh yang terletak di antara Kabupaten Sumbawa dan Dompu.

READ  Dalam Proses, Kades dan Ketua Gapoktan di Wandanpuro Tega Jual Alat Bantuan Milik Poktan

Populasi hiu paus di wilayah ini telah terdokumentasikan setidaknya 99 individu, menjadikan Teluk Saleh merupakan lokasi dengan populasi hiu paus kedua terbesar di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah dengan Konservasi Indonesia melakukan penandatangan Kesepakatan Bersama, Senin (9/5/2022) lalu dalam rangka pengembangan dan penguatan ekowisata hiu paus, sebagai model ekonomi biru bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam konservasi, serta meningkatkan peran konservasi dan ekowisata hiu paus dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraaan masyarakat pesisir di Kabupaten Sumbawa.

Ketua Pengurus Konservasi Indonesia Meizani Irmadhiany menyampaikan bahwa pariwisata memiliki efek pengaruh ganda (multiplier effect) yang tinggi dibandingkan sektor-sektor lainnya, sehingga dapat menjadi pendorong dalam percepatan pembangunan daerah.

READ  Hari Kartini, Polwan Polres Malang Kenakan Kebaya Hingga Bagikan Bunga

Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan yang menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kerjasama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan ekowisata satwa karismatik laut sebagai model ekonomi biru di Kabupaten Sumbawa, serta mendukung misi pemerintah kabupaten dalam meningkatkan sektor pariwisata dan pengelolaannya secara berkelanjutan,” ucapnya.

Industri pariwisata berbasis ekowisata hiu paus dianggap sebagai cara pemanfaatan berkelanjutan yang telah berkembang di beberapa negara di dunia, karena memiliki dampak yang minim terhadap individu dan populasi hiu paus di suatu wilayah, yang juga memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat dan pembangunan daerah termasuk mendukung upaya perlindungan dan pelestariannya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah dalam sambutannya mengatakan bahwa pengembangan wisata hiu paus di Teluk Saleh merupakan sebuah upaya bersama untuk mendorong konservasi sekaligus peningkatan pendapatan bagi perekonomian lokal dengan pendekatan konservasi yang berbasis masyarakat.

READ  Kenalkan Produk Wisata Kepada Publik, JTP Group Gunakan Hashtag #jatimparkaja

Seiring dengan program konservasi hiu paus yang dilakukan secara partisipatif khususnya bersama para nelayan bagan, potensi kemunculan hiu paus ini kemudian dimanfaatkan sebagai atraksi wisata di Teluk Saleh.

“Kami berharap kerjasama tiga tahun ke depan dengan Konservasi Indonesia dapat mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kabupaten Sumbawa menuju Kabupaten yang sejahtera, mandiri, tangguh, dan berkelanjutan, melalui pengembangan ekowisata hiu paus untuk meningkatnya kualitas SDM, kelembagaan koperasi, kuantitas UKM, destinasi wisata, ketersediaan lapangan kerja, serta realisasi penanaman modal,” tutupnya.