banner 728x250

Melihat Tradisi Jelang Ramadhan di Malang

Ilustrasi Kue Apem. (Foto: Arin Snack)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Tak terasa sebentar lagi umat Muslim akan menyambut Bulan Suci Ramadhan. Masyarakat Jawa Timur, khususnya Kota Malang dan sekitarnya, mempunyai tradisi yang unik jelang Ramadhan.

Tradisi-tradisi itu turun-temurun sudah menjadi budaya dan tak pernah dilupakan oleh masyarakat menjelang bulan puasa.

banner 336x280

Berikut berbagai tradisi masyarakat Kota Malang dan sekitarnya menjelang Bulan Suci Ramadhan:

Ritual Megengan

Prosesi ini biasa dilakukan masyarakat Suku Jawa dalam menyiapkan diri menyambut bulan puasa. Megengan sendiri dilakukan dalam rangka mempersiapkan diri untuk melakukan pensucian diri agar siap menyambut ibadah puasa.

READ  Kapolres Malang Gelar Diagram Bersama Kelompok Cipayung Plus

Ritual Megengan merupakan akulturasi budaya kearifan lokal dan Islam. Diketahui, ritual megengan ini pertama kali dikenalkan oleh Sunan Kalijaga dalam rangka mengubah Ruwahan yang dulu adalah merawat roh tetapi kemudian dibuat dalam rangka saling memaafkan menjelang ibadah puasa.

Kue Apem

Kue Apem diambil dari bahasa Arab yakni Afwan yang berarti pemaaf. Kue Apem ini menjadi simbol untuk meminta ampunan kepada yang maha kuasa atas dosa di masa lalu.

READ  FJPN Siap Bantu Kampanyekan Pantai Tamban Bersih dari Sampah

Biasanya Kue Apem ini dibagikan kepada tetangga sekitar dan mushola atau masjid untuk acara syukuran.

Tradisi Ater-ater

Tradisi Ater-ater ini juga erat kaitannya dengan Kue Apem. Tradisi ini dilakukan dengan cara membagi-bagikan makanan kepada tetangga sekitar.

Kata Ater ini berasala dari bahasa jawa yang artinya antar. Paket makanan yang dibagikan biasanya terdiri dari nasi, sayur dan beraneka macam lauk kering. Kadang juga disertai dengan buah-buahah seperti pisang, semangka dan lainnya.

READ  Soelchan Arief Effendie Berikan Respon Positif Soal Regulasi di IKN Nusantara

Dan satu hal lain yang tak ketinggalan dan wajib ada adalah Kue Apem. Tradisi Ater-ater ini mempunyai filosofi sebagai ungkapan rasa syukur bisa dipertemukan dengan bulan Ramadhan kembali. Selain itu juga bermakna saling berbagi kepada sesama manusia.

Ziarah Makam

Salah satu tradisi yang selalu dilakukan oleh masyarakat Jawa menjelang Bulan Ramadhan adalah ziarah makam atau nyekar.

Biasanya dilakukan dengan cara menabur bunga pada makam leluhur atau saudara yang sudah meninggal.