banner 728x250

Dewanti Rumpoko Jadikan Makam 8 Karateka ‘Pahlawan Cinta Kasih’ Sebagai Ikon Kota Batu 

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, hadir secara langsung untuk menetapkan dan meresmikan Makam Delapan Karateka ‘Pahlawan Cinta Kasih’, Rabu (19/10/2022). (Foto: Diskominfo Kota Batu)
banner 120x600
banner 468x60

KOTA BATU – Peristiwa Minggu, 5 September 1976 menjadi momen paling bersejarah bagi Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia.

Sebanyak 8 karateka anggotanya menjadi korban tragedi di Pantai Ngliyep, Kabupaten Malang.

banner 336x280

Sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas pengorbanan dan cinta kasih atas meninggalnya 8 karateka tersebut, Pemerintah Kota Batu menetapkan Makam Delapan Karateka ‘Pahlawan Cinta Kasih’ sebagai ikon baru Kota Batu.

Penetapan ini bertepatan dengan perayaan Hari Jadi ke-21 Kota Batu.

READ  Masyarakat Bahagia Puskesmas dan SMK Hadir di Pulau Komodo

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, hadir secara langsung untuk menetapkan dan meresmikan Makam Delapan Karateka ‘Pahlawan Cinta Kasih’ dan Guru Besar Karate Nardi T. Nirwanto S.A di Jalan Suropati Gang Karate, Kelurahan Ngaglik, sebagai ikon Kota Batu, Rabu (19/10).

“Ini adalah tempat yang harus kita hormati, kita jaga dan kita jadikan tempat bersejarah. Tempat ini menunjukkan bagaimana karateka memiliki cinta kasih dan moral yang tinggi,” kata Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

READ  Warga Malang Banjiri Rise And Shine Kayutangan Heritage

Wali Kota Batu menambahkan, ikon ini bisa menjadi bukti pembelajaran bagi generasi muda untuk memiliki karakter dan mental yang baik.

“Semoga monumen ini bisa menjadikan kita terus ingat, cinta kasih akan mengalahkan kekuatan apapun. Sebagai generasi muda kita harus bisa saling menghormati dan semoga kita semua bisa berbuat kebaikan dengan cinta kasih,” imbuh Wali Kota Batu.

Pemugaran peristirahatan terakhir Delapan Karateka dan Guru Besar Karate Nardi T. Nirwanto S.A merupakan hasil penggemblengan mental dan spiritual para karateka.

READ  Ratusan Ojol Ikuti Diklat Keselamatan Berlalu Lintas di Kepanjen Malang

Wakil keluarga karateka, Setia Budhijanto, mengatakan, tragedi Pantai Ngliyep menjadi kejadian yang tak akan terlupakan.

Ia berharap, Perguruan Pembinaan Mental Karate Kyokushinkai Karate-Do Indonesia akan melahirkan manusia-manusia bermental baja dan memiliki spiritual tinggi.

“Perguruan ini adalah tempat penggemblengan mental spiritual dengan disiplin tinggi dan berkemampuan mawas diri, semoga akan melahirkan manusia-manusia yang berkualitas,” katanya.