banner 728x250

KKP Gaungkan Solusi Pengembangan SDM, Krisis Pangan Hingga Iklim Global

Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), I Nyoman Radiarta, saat memberikan keynote speech dalam Simposium Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI), Selasa (17/5/2022). (Foto: BRSDM KKP)
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA – Dewasa ini Indonesia dan dunia tengah dilanda tantangan krisis pangan, energi, dan iklim global. Menurut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, untuk menjawab krisis tersebut diperlukan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Hal tersebut terdapat pada keynote speech Menteri Trenggono yang disampaikan Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), I Nyoman Radiarta, berjudul “Penguatan Teknologi dan Manajemen Pesisir Berkelanjutan Menjawab Tantangan Krisis Pangan, Energi dan Iklim Global” pada Simposium Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI), Selasa (17/5/2022).

banner 336x280

“Dunia global dan Indonesia sedang mengalami tantangan krisis pangan, energi, dan iklim global. Tantangan dapat diatasi dengan menggunakan teknologi dan tata ruang,” ujar Nyoman mewakili Menteri Trenggono.

READ  PTPN X Optimis Wujudkan Swasembada Gula Nasional

“Untuk menjawab krisis energi, pangan, dan energi yang terjadi saat ini dan di masa yang akan datang, pengembangan SDM yang berkualitas melalui pendidikan kelautan dan perikanan merupakan strategi yang efektif,” tambahnya.

Karena itu, BRSDM terus melakukan pengembangan SDM melalui pendidikan, pelatihan dan penyuluhan. Pendidikan tersebut dilakukan secara vokasi (70% praktik dan 30% teori) oleh 20 satuan pendidikan tinggi dan menengah. Biaya pendidikannya disubsidi oleh negara. 

READ  Sandiaga Uno Sebut Keberhasilan Vaksinasi Kunci Menuju Tatanan Ekonomi Baru

Sebanyak 55% kuota peserta didik diisi oleh anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar ikan, dan petambak garam. 

Para lulusannya tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi dan keahlian berstandar nasional dan internasional. Mereka dicetak bukan hanya menjadi tenaga kerja profesional, tetapi juga lebih diarahkan sebagai wirausaha.

READ  Bus Ardiansyah Kecelakaan di Tol Surabaya-Mojokerto, 13 Penumpang Tewas

Nyoman juga menjelaskan upaya-upaya lainnya yang dilakukan BRSDM, misalnya penguatan teknologi dan tata ruang untuk merespon krisis energi, antara lain dengan inovasi Laut Nusantara. 

Adapun untuk merespons krisis pangan, yang dilakukan KKP antara lain dengan memerangi Illegal, Unreported and Unregulated Fishing, membangun kampung nelayan maju dan kampung perikanan budidaya, serta percepatan pencegahan stunting. 

Sementara itu, untuk merespons krisis iklim antara lain dengan blue carbon, konservasi, dan penanaman mangrove.