banner 728x250

Jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh Tewas Ditembak Pasukan Israel 

Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh. (Foto: ist)
banner 120x600
banner 468x60

RUBRIKA – Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh (51), dilaporkan tewas tertembak ketika meliput serangan Israel di Kota Jenin, di wilayah Tepi Barat yang diduduki, pada Rabu (11/5/2022).

Mengutip The Associated Press, dua orang jurnalis yang juga terluka dalam insiden itu menyalahkan pasukan Israel, sementara Israel mengatakan ada bukti bahwa keduanya terkena tembakan Palestina.

banner 336x280

Jurnalis sekaligus produser Al Jazeera yang saat itu meliput bersama Shireen, Ali Samoudi, dirawat di rumah sakit setelah ditembak di bagian punggung.

Dalam rekaman video insiden, terlihat jelas bahwa Abu Akleh mengenakan jaket berwarna biru yang bertuliskan kata “PERS.”

READ  Bhabinkamtibmas Kelurahan Sisir Polsek Batu Himbau Penutupan Pasar Hewan Pathok

Ali menambahkan, mereka melewati pasukan Israel sehingga tentara dapat melihat dan mengetahui bahwa mereka ada di sana.

Menurut keterangan Ali, tembakan pertama meleset dari mereka, tetapi kemudian tembakan kedua mengenainya. Selanjutnya, tembakan ketiga mengenai Shireen dan menyebabkan jurnalis Palestina itu meregang nyawa.

Di sisi lain, militer Israel mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki peristiwa itu dan mencari kemungkinan bahwa para wartawan ditembak oleh kelompok bersenjata Palestina.

Militer Israel mengaku, pasukannya membalas serangan tembakan senjata berat dan bahan peledak saat beroperasi di Jenin.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang telah mereka kumpulkan, ada kemungkinan besar bahwa orang-orang Palestina bersenjata, yang menembak dengan liar, adalah orang-orang yang menyebabkan kematian malang wartawan itu.

READ  Serahkan Diri, Prajurit TNI Berhasil Bujuk 7 Anggota Milisi Bersenjata di Kongo Tobat

Tudingan tersebut dibantah oleh Ali yang mengatakan bahwa tidak ada milisi atau warga sipil di daerah itu, melainkan hanya wartawan dan tentara Israel. Oleh karena itu, Ali menilai pernyataan militer Israel tersebut merupakan kebohongan.

Senada, Shaza Hanaysheh, jurnalis yang termasuk di antara tujuh orang tersebut, mengatakan tidak ada bentrokan atau penembakan antara militer Israel dengan kelompok bersenjata Palestina di daerah itu.

Shaza mengaku bahwa ketika mendengar suara tembakan, dia dan Shireen berlari menuju pohon untuk berlindung.

“Saya sampai di pohon sebelum Shireen. Dia jatuh ke tanah. Para prajurit tidak berhenti menembak bahkan setelah dia jatuh. Setiap kali saya mengulurkan tangan ke arah Shireen, para prajurit menembaki kami,” kata Shaza.

READ  Sam Didik Gaungkan Kembali Kejayaan Kopi Kabupaten Malang

Israel telah melancarkan serangan hampir setiap hari di wilayah Tepi Barat dalam beberapa minggu terakhir.

Serangan tersebut dilakukan di tengah sejumlah teror mematikan yang terjadi di Israel, di mana banyak dari pelaku teror tersebut adalah warga Palestina yang berasal dari sekitar Jenin. Kota itu, terutama kamp pengungsi di dalamnya, telah dikenal sebagai pusat pertahanan kelompok militan.