banner 728x250

Menyoal Demonstrasi Mahasiswa di Indonesia

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Medan. (Foto: ist)
banner 120x600
banner 468x60

MEDAN – Demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah tepatnya tanggal 11 April 2022 dilakukan oleh masyarakat Indonesia terkhususnya di dominasi aksi mahasiswa.

Para demonstran umumnya menentang permasalahan yang dituangkan dalam enam aspirasi yang mahasiswa ajukan.

banner 336x280

Aksi tersebut tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) 2022 yang memaparkan ada enam tuntutan yang diperjuangkan, sebagai berikut :

  1. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
  2. Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial, ekologi, politik, ekonomi, dan kebencanaan.
  3. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
  4. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
  5. Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agrarian yang terjadi di Indonesia.
  6. Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma’aruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye disisi masa jabatannya.

Lutfi Yufrizal selaku Koordinator Media BEM SI 2022 mengatakan akan mengawal dari undang-undang dan memastikan DPR RI melaksanakan konstitusi degan baik sesuai dengan yang sudah ada.

READ  Bangkit dari Pandemi, Jatim Park Group Lebarkan Sayap di Berbagai Kota

Beberapa Daerah Tergabung dalam Aksi Demonstrasi

Jakarta

Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai universitas berjalan dari arah Jembatan Ladogi, Senayan berjalan menuju gedung DPR RI datang sekitar pukul 13.35 WIB dengan memakai almamater dan mengibarkan bendera dari universitas masing-masing.

Medan

Aliansi Mahasiswa Sumut Bersatu turut menindaklanjuti hasil konsolidasi dan aspirasi masyarakat sudah terlaksana dengan pimpinan maupun anggota DPRD Sumut menyampaikan mengenai utang negara, naiknya harga dan kelangkaan BBM, menolak wacana 3 periode dan IKN, menolak upaya pengubahan konstitusi, serta naiknya PPN 1 %.

Aksi demonstrasi tersebut ditanggapi Baskami Ginting kepada demonstran mahasiswa bahwa menerima bentuk aspirasi tersebut dan akan menindaklanjutinya kepada tingkat pusat.

Kepulauan Riau

Aspirasi dari mahasiswa di Kepulauan Riau didengar langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lis Darmansyah dan Ketua Fraksi Golkar Teddy Jun Askara dan berkomitemn untuk menyuarakan penolakan mahasiswa tersebut kepada pemerintah pusat.

Blitar

Mahasiswa di Blitar melaksanakan aksi demontrasi di depan Kantor DPRD Kota Blitar diikuti dengan aksi bakar ban bekas.

Sulawesi Tengah

Aliansi Mahasiswa Kota Palu menggelar demonstrasi depan Kantor DPRD Sulawesi Tengah dan aspirasi mahasiswa tersebut disetujui oleh Ketua DPRD Sulteng untuk turut ditindaklanjuti menjadi bahan perhatian pemerintah pusat.

Demo Mahasiswa di Medan. (Foto: ist)

Selain Aksi Demonstrasi Mahasiswa 11 April, Ada 5 Demonstrasi Mahasiswa Berikut Termasuk Terbesar Sepanjang Sejarah

READ  Melanggar Konstitusi, 12 Cabang Desak Mandataris MPA PMKRI Tri Natalia Urada Evaluasi Internal

Demonstrasi Tritura

Demonstrasi yang terjadi pada 12 Januari 1996 ini menjadi demonstrasi besar pertama yang terjadi di Indonesia. Demonstrasi ini diduga terjadi sebagai pemicu buntut dari tragedi G30S/PKI.

Aksi tritura tersebut mempermasalahkan kinerja pemerintahan pada masa itu yakni bubarkan PKI, rombak Kabinet Dwikora, dan turunkan harga.

Demonstrasi Malari

Peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang terjadi pada 15 Januari 1974 ini memakan korban sebanyak 11 orang tewas, 137 orang luka-luka, dan 750 orang ditangkap. Aksi tersebut berawal dari adanya kisruh investasi asing.

Demonstrasi Reformasi

Demonstrasi yang terjadi pada tahun 1998 dinamakan demonstrasi reformasi yang menuntut untuk menurunkan Soeharto dari jabatannya sebagai presiden.

Demonstrasi yang dilakukan mahasiswa serta masyarakat ini menyebar ke pelosok daerah hingga banyak memakan korban. Data dari Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mencatat korban tewas sebanyak 1.190 orang dan luka-luka sebanyak 91 orang.

Demonstrasi Kenaikan BBM 2012

Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono terjadi demonstrasi kenaikan BBM yang naik hingga 44% yang disebabkan pengalihan dana BBM tersebut untuk dana pembangunan infrastruktur.

Sehingga, ribuan mahasiswa tanggal 30 Maret 2012 melakukan aksi di depan istana negara dan diikuti oleh ribuan buruh mengepung Gedung DPR RI

Demonstrasi Tolak RUU KUHP dan Revisi UU KPK 2019

READ  BEM se-Malang Raya Ancam Turun Kembali ke Jalan Jika Tuntutan Tak Ditepati

Pada tanggal 23-24 September 2019 ribuan mahasiswa demonstrasi di Gedung DPR/RI, Senayan, Jakarta. Hal tersebut terjadi sebagai bentuk penolakan adanya revisi UU KPK yang diduga melemahkan KPK serta RUU KUHP dianggap mengancam demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM)

Aksi Demonstrasi Turut Menyumbangkan Korban Kekerasan Pada Kalangan Jurnalistik

Kalangan jurnalistik juga menjadi salah satu korban yang kerap terkena dalam aksi demonstrasi ketika sedang melakukan liputan. Tak hanya itu, tindakan berupa intimidasi maupun pencekalan turut dialami para jurnalis dari berbagai pihak.

Semestinya hal tersebut tidak terjadi sebab hak jurnalistik dilindungi dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Grafik angka kekerasan jurnalistik di Indonesia tahun 2017-2021. (Grafis: Naomi Adisty/Rubrika.co.id)

Aliansi Jurnalistik Independen Indonesia (AJI) Jakarta dan Lembaga Bantuan Hukum Pers menyayangkan tindakan penganiyaan dan menghalangi kinerja wartawan sebab melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.

Aliansi Jurnalistik Independen Indonesia (AJI) mencatat jumlah kasus kekerasan pada jurnalistik dalam pemantauan tingkat seluruh Indonesia sejak 1 Januari hingga 5 Desember 2021 terdapat 43 kasus.

Bila dilihat, kasus kekerasan pada jurnalistik mengalami kenaikan ditahun 2020 sebesar 84 kasus yang mengalami kenaikan drastis dibandingkan tahun sebelumnya dari tahun 2017 hingga 2019. Lebih rinci, kasus kekerasan terhadap jurnalistik di dominisi oleh kekerasan fisik, pelarangan liputan, dan teror.