banner 728x250

Bupati Lamongan Usulkan Desa Wanar Jadi Desa Devisa dan Wisata Tanaman Hias

Bupati Lamongan Mencoba Membuat Tanaman Hias. (Foro: ist)
banner 120x600
banner 468x60

LAMONGAN – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mencanangkan kawasan Desa Wanar Kecamatan Pucuk menjadi Desa Wisata Tanaman Hias, di Dusun Tulung, Lamongan.

Tak hanya terkenal lewat kelezatan kulinernya atau tenun ikatnya saja, Lamongan juga tersohor sebagai penghasil tanaman hias seperti yang ada di Desa Wanar yang bahkan penjualannya telah merambah pasar luar negeri seperti Brunei Darussalam, Malaysia hingga Singapura.

banner 336x280

Bupati menilai, Desa Wanar tidak hanya pantas menjadi Desa Tanaman Hias, namun juga layak menjadi Desa Devisa, seperti Desa Parengan Maduran yang lebih dulu dinobatkan..

“Tanaman disini tadinya cuma biasa tapi bisa disulap menjadi luar biasa, bahkan pohon waru disini naik kasta jadi red panama sehingga harga jualnya sangat tinggi,” ungkap Bupati Yes sapaan akrabnya, Sabtu (26/3/2022) lalu.

READ  Apresiasi Seniman Kota Batu, DKKB Gelar Anugrah Kebudayaan

Bupati Yes juga mengungkapkan, sesuai permintaan Gubernur Jatim, Pemkab Lamongan telah mengusulkan dua desa yang dinilai layak menjadi Desa Devisa. Salah satunya yakni Desa Wanar ini.

“Pemerintah telah mengusulkan dua desa di Lamongan yang dinilai sangat layak menjadi Desa Devisa. Pertama Desa Parengan Maduran dan Desa Wanar Pucuk,” terangnya.

Senada dengan Bupati Yes, Kepala Bakorwil Bojonegoro, Agung Subagyo mengungkapkan jika Dusun Tulung Desa Wanar sangat pantas dinominasikan menjadi Desa Devisa.

Sehingga apa yang diupayakan para petani budidaya tanaman hias selama ini membuahkan hasil.

“Jika putaran komoditasnya ini bisa dipasarkan ke luar negeri, maka sangat real sekali jika Dusun Tulung Desa Wanar ini dinominasikan jadi Desa Devisa. Karena tahun ini Bu Gubernur diberi jatah 15 desa oleh LPEI untuk dinominasikan jadi desa devisa,” ucap Agung.

READ  Kenalkan Produk Wisata Kepada Publik, JTP Group Gunakan Hashtag #jatimparkaja

Kepala Desa Wanar Ali Thohir mengatakan, kesohoran tanaman hias yang dihasilkan masyarakat Desa Wanar Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan tak lepas dari usaha seorang sesepuh Dusun Tulung Desa Wanar yang merantau hingga menjadi seorang tukang taman di kota pahlawan pada era 80-an.

“Kenapa Desa Wanar dijuluki jadi ahlinya tukang taman? kebetulan di Dusun Tulung ini dulu ada sesepuh yang merantau ke Surabaya tahun 80-an. Disana awalnya menjual kompos dengan anaknya jual ke rumah-rumah orang yang kayalah waktu itu. Lambat laun ada yang memakai jasa sepuh tersebut untuk merawat tanaman di rumah orang. Tak hanya merawat tapi disuruh menata juga dan dilihat ada perkembangan menjadi Indah,” terang Thohir dihadapan Bupati.

READ  Enam Personel Polda Riau Terima Penghargaan Medali dari PBB

“Nah dari situlah sesepuh tersebut mengajak saudaranya, tetangganya untuk jadi tukang taman. Kemudian dari situ merambah ke membuat tanaman hiasnya sendiri. Dari situlah cikal bakalnya,” tambahnya lagi.

Thohir juga mengungkapkan, hampir 30 persen warganya menekuni usaha membuat tanaman hias yang dinilai sangat mempengaruhi perekonomian bagi warga desanya.

“Indahnya Jakarta orang kami yang membuat tamannya, hijaunya Surabaya tukang kami yang mengerjakan. Dan hampir 30 persen warga menekuni tanaman hias, pemasaran hampir seluruh Indonesia, bahkan ke Brunei. Sangat prospek sekali usaha ini,” imbuhnya.