banner 728x250

Curi Mie Instan, Energen dan Kopi Sachet, 3 Pelaku Ini Diringkus Polres Gresik

Unit Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik berhasil menangkap komplotan pembobol warung kopi di Gresik.
banner 120x600
banner 468x60

GRESIK – Unit Reskrim Polsek Driyorejo Polres Gresik berhasil menangkap komplotan pembobol warung kopi di Gresik. Tiga orang tersangka ditangkap kurang dari satu hari usai korban melapor.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis melalui Kapolsek Driyorejo AKP Herry Tampake mengatakan, saat itu korban Zainal Arifin warga Wringinanom akan membuka warung kopi Ijo miliknya di Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo.

banner 336x280

Kemudian melihat warung tersebut sudah dalam keadaan terbuka. Setelah dilakukan pengecekan ada beberapa barang jualan yang hilang berupa sasetan bumbu masak, mie rebus, minuman berenergi, garam, meja, energen, kopi saset. Jumlahnya mencapai ratusan bungkus.

READ  Semarakkan Lebaran, Jatim Park Siapkan Kejutan Spesial untuk Pengunjung

Setelah itu Korban langsung melakukan pengecekan di CCTV yang terpasang di TKP dan terdapat rekaman jika yg melakukan pencurian adalah tiga orang laki-laki. Korban baru melapor pada Selasa 27 Juli 2022 pukul 14.00 WIB ke Polsek Driyorejo.

“Setelah mendapatkan laporan personil Reskrim Polsek Driyorejo langsung mendatangi TKP dan dari hasil penyelidikan Reskrim Polsek Driyorejo pada hari Selasa 27 Juli 2022 sekitar pukul 20.00 WIB berhasil mengamankan tiga terduga pelaku yang melakukan pencurian di Warung Kopi Ijo milik korban,” tegasnya.

READ  Polres Gresik Tahan 3 Tersangka dan Penghulu Pernikahan Manusia dengan Kambing

Ketiga pelaku adalah M (36), S (40) warga Tambak Kemrakan, Krian, Sidoarjo dan H (34) warga Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Dari tangan para pelaku berhasil mengamankan barang bukti mulai dari linggis, tang, CCTV dan ratusan bungkus minuman di warung kopi diamankan di Mapolres Gresik. Ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Mereka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” tegasnya lagi.