banner 728x250

Serahkan Diri, Prajurit TNI Berhasil Bujuk 7 Anggota Milisi Bersenjata di Kongo Tobat

Satgas BGC Kongo TNI XXXIX-D/Monusco kembali memfasilitasi penyerahan diri kelompok milisi Mai-Mai RUMA pimpinan Mr. Mukungilwa Katiba. (Foto: Puspen TNI)
banner 120x600
banner 468x60

RUBRIKA – Kelompok milisi Mai-Mai RUMA pimpinan Mr. Mukungilwa Katiba menyerahkan diri kepada Disarmament Demobilization Repatriation (DDR) di Desa Khasika yang berjarak 68 Km dari Combat Operational Base (COB) Walungu Kongo Afrika.

Penyerahan diri ini difasilitasi oleh Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat (Satgas BGC) Konga TNI XXXIX-D/Manusco, Sabtu (14/5/2022) lalu.

banner 336x280

Penyerahan diri milisi dari kelompok tersebut merupakan upaya yang terencana dari kegiatan Satgas yang dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi, sehingga berdampak positif bagi warga dan masyarakat sekitar yang menumbuhkan kepercayaan warga Desa Khasika terhadap Satgas BGC Konga TNI XXXIX-D/Monusco.

READ  Berantas Mafia Tanah, Bareskrim Dorong Pembentukan Tim Lintas Kementerian

Kelompok milisi yang menyerahkan diri tersebut terdiri dari tujuh orang dengan persenjataan tiga pucuk tombak, satu pucuk senjata AK – 47, tiga pucuk senjata Garand, dua buah senjata tajam, dua set jaket loreng milisi, lima butir amunisi, perlengkapan pribadi serta jimat tradisional.

Proses penyerahan diri kelompok Mai-Mai RUMA berawal dari informasi staf DDR pada tanggal 11 Mei 2022. Tanggal 13 Mei terbentuk tim Long Range Patrol (LRP) di pimpin Dankiban Mayor Czi Muhammad Rofki bergerak menuju ke Desa Khasika untuk mendalami dan observasi tentang informasi yang diperoleh.

READ  MBKM FISIP UB Angkat Potensi Wisata dan Seni Budaya Desa Ngroto Malang

Setiba di desa tersebut tim berkomunikasi dengan otoritas setempat dibantu dengan DDR dan Language Asistant (LA). Untuk meyakinkan milisi tim LRP melalui LA memerlukan waktu sehingga pada esok harinya para milisi sepakat menyerahkan diri dan melucuti senjatanya agar dapat kembali hidup bersama masyarakat.

Kelompok milisi melaksanakan proses DDR secara simbolik di halaman kantor administrasi Desa Khasika. Dengan adanya penyerahan senjata tersebut diharapkan akan menekan angka kriminalitas bersenjata serta ancaman tindak kekerasan terhadap warga sipil di wilayah Area Of Responsibility (AoR) Walungu.