banner 728x250

Peternak Jawa Timur Waspadai Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi, Ini Gejalanya

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Sapi. (Foto: Swandy Tambunan/Rubrika)
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Indonesia dihebohkan oleh temuan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak di Jawa Timur setelah dinyatakan bebas tahun 1990 oleh OIE (Office Des Internasionale Epizootic).

Penyakit ini sangat menular pada hewan ternak yang berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, domba serta babi.

banner 336x280

Temuan wabah menular ini kembali masuk ke Indonesia dimulai dari Provinsi Jawa Timur. Informasi ini diperoleh melalui surat Dinas Peternakan Jawa Timur kepada Gubernur Khofifah no. : 524.3/5201/122.3/2022 terbit pada tanggal 5 Mei 2022.

Surat tersebut menyampaikan terdapat 1247 ekor ternak sapi yang tersebar di Lamongan, Kabupaten Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto terjangkit virus PMK.

Pusat Veterinaria Farma melalui uji sampel suspect PMK menyatakan wabah PMK dibeberapa daerah di Jatim terkomfirmasi positif.

“Sehubungan adanya outbreak (wabah) penyakit menular yang telah menyerang 1247 ekor ternak sapi di Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo dan Mojokerto Provinsi Jawa Timur dan telah terkomfirmasi positif penyakit mulut dan kuku melalui surat Kepala Pusat Veterinaria Farma No.: 05001/PK.310/F4.H/05/2022 tanggal 5 Mei 2022 tentang hasil uji sampel suspect PMK,” tulis Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur, Indyah Aryani, dalam surat edarannya perihal laporan kejadian Penyakit Menular Akut pada Ternak Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Jawa Timur.

READ  Di Kongres AS, Jokowi Sampaikan Pentingnya Perdamaian dan Stabilitas di Indo-Pasifik

Dalam surat tersebut pada point 1 Dinas Peternakan menjelaskan bahwa tingkat penularan 90-100% dan mengakibatkan kerugian ekonomi yang sangat tinggi.

“Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah Penyakit hewan menular akut yang menyerang ternak sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan 90-100% dan kerugian ekonomi sangat tinggi,” jelasnya.

Pada point ke-2 pada s tersebut juga memaparkan tanda klinis penyakit PMK tersebut. Tanda-tanda klinis penyakit PMK disebutkan bahwa terdapat demam tinggi 39-41° Celcius, keluar lendir dari mulut disertai busa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, luka-luka hingga kuku terlepas, pincang, sulit berdiri, nafas cepat, produksi susu menurun serta membuat tubuh hewan tersebut menjadi kurus.

READ  Tantri Bararoh Luncurkan Buku Konstruksi Pengelolaan Keuangan Daerah Berbasis Pancasila

“Tanda Klinis penyakit PMK adalah demam tinggi 39-41° Celcius, keluar lendir berlebihan dari Mulut dan berbusa; luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah; tidak mau makan ; pincang ; luka pada kaki yang diakhiri lepasnya kuku; sulit berdiri; gemetar; nafas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus,” ujarnya.

Dalam surat Dinas Peternakan Jawa Timur kepada Gubernur Khofifah pada point ke 4 memaparkan tentang kronologis masuknya wabah PMK.

READ  Kombes Pol Budi Hermanto Dianugerahi Penghargaan Tertinggi Insan Pers

Berikut kronologi temuan wabah PMK di Jawa Timur:

Kronologis outbreak (wabah)

a. Kasus pertama dilaporkan di Kabupaten Gresik pada tanggal 28 April 2022 sebanyak 402 ekor sapi potong tersebar di 5 Kecamatan dan 22 Desa

b. Kasus kedua terlaporkan tanggal 1 Mei 2022 di Kabupaten Lamongan 102 ekor sapi potong yang tersebar di 3 Kecamatan dan 6 desa; selanjutnya ditemukan di Sidoarjo sebanyak 595 ekor sapi potong, sapi perah dan kerbau yang tersebar di 11 Kecamatan dan 14 Desa.

c. Kasus ketiga terlaporkan pada tanggal 3 Mei 2022 di Kabupaten Mojokerto sebanyak 148 ekor sapi potong yang tersebar di 9 Kecamatan dan 19 Desa

d. Outbreak (wabah) yang telah menyerang 1247 ekor di 4 Kabupaten tersebut memiliki tanda klinis sesuai penyakit PMK.