banner 728x250

Untag Surabaya Dampingi Pembentukan Sentra Batik Kampung Budaya Polowijen

Hasil membatik di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Sabtu (26/03/2022).
banner 120x600
banner 468x60

MALANG – Perkembangan Batik yang berada di Kampung Budaya Polowijen (KBP) makin menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Semenjak lima tahun yang lalu sejak berdiri KBP telah merintis membentuk kelompok Kriya Batik Polowijen yang melalui banyak pelatihan membatik sebanyak empat kali.

banner 336x280

Terdapat 60 pembatik pemula dengan rutin memproduksi batik dan mendapatkan berbagai materi tambahan untuk membatik.

Selain teknik mencanting beberapa pembantik mendapatkan tambahan pembelajaran metode desain batik, metode shibori, jumputan ikat celup dan lain-lain.

Kini Kelompok Kriya Batik Polowijen KBP kembali menggelar Pelatihan Pembuatan Ecoprit pada Media Kain sebagai pengkayaan materi tambahan untuk mempersiapkan KBP sebagai Sentra Batik dan Topeng.

READ  TPST 3R Mulyoagung Malang Sukses Tuntaskan Masalah Sampah Hingga Jadi Percontohan Nasional

Melalui program pendampingan dan pengabdian masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya turut hadir sebagai pendamping yaitu Tries Ellia Sendari, Maria Yovita R Pandin, Ida Ayu Nuh Kartika, memberikan materi tentang ecoprint.

Untag Surabaya memberi arahan di Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, Sabtu (26/03/2022).

Tries Ellia Sendari sebagai Ketua Pendampingan menjelaskan bahwa Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain yang dapat menciptakan visual yang unik dan menarik.

Prinsip pembuatannya, lanjut Tries, yakni melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian tumbuhan lain yang mengandung pigmen warna dengan bahan kain tertentu.

READ  Momen Hari Lahir Pancasila, Mirza Noeris Ajak Pemuda Kota Malang Jaga Kerukunan

“Langkah-langkahnya antara lain yang pertama menyiapkan bahan dan alat, bahan yang diperlukan yaitu kain daun jati atau daun lain disekitar kita, tawas, plastik, tali raffia dan selang, langkah selanjutnya perendaman kain kedalam tawas dan pencucian daun, setelah itu peletakan daun keatas permukaan kain dan dilanjutkan dengan penutupan daun dengan kain dan proses pemukulan (untuk ecoprint pukul),” terangnya, Sabtu (26/03/2022).

Turut hadir dalam acara pembukaan, Seksi Pembangunan Sumber Daya Industri, Diskopindag Kota Malang, Hartati.

Ia mengatakan pihak dinas sudah melakukan pendataan, pemantauan dan evaluasi sejak 2018, bahwa di KBP ini banyak pembatik dan beberapa motif sudah mendapatkan Hak Paten.

READ  Aset Hibah di Jalan Bondowoso, Pemkot Malang Abaikan Klausul Perjanjian Hibah dengan KPPN

“Karenanya dinas akan mengawal legalitas terbentuknya Sentra Batik dan Topeng Kampung Budaya Polowijen,” pungkas Hartati.

Dalam kesempatan itu, Titik Nur Fajriyah sebagai Ketua Kelompok Sentra Batik dan Topeng KBP mengaku senang dan bangga, KBP saat ini sering mendapatkan bantuan pendampingan peningkatan SDM dari berbagai perguruan tinggi.

“Setidaknya para pembatik di KBP ada gairah dan geliat kembali membatik ketika masa pandemi Covid-19 ini berakhir,” pungkasnya.

Harapannya sendiri kegiatan Pelatihan Pembuatan Ecoprit pada Media Kain menguatkan rintisan pembetukan Sentra Batik dan Topeng KBP.